Penipuan online terus berganti cerita: paket tertukar, surat tilang, undangan pernikahan, lowongan kerja. Tapi polanya hampir selalu sama. Penipu membuatmu buru-buru, memancing emosi, mengaku-ngaku sebagai pihak tepercaya, lalu meminta uang, kode, atau data.
Tahan Jempol mengajakmu mengalami 19 situasi itu di layar ponsel tiruan. Kamu memilih tindakan seperti biasanya, melihat akibatnya, lalu mempelajari tanda bahaya yang terlewat. Lebih baik “kena” di sini daripada di rekening sungguhan.
Setiap skenario meniru modus yang sering diperingatkan bank, kepolisian siber, dan regulator di Indonesia. Semua nama orang, bank, ekspedisi, toko, nomor, nominal, dan situs dikarang. Nomor telepon, rekening, dan nama akun disamarkan supaya tidak tertukar dengan milik orang sungguhan.